LampungLampungCome Soon Mon - Fri 09:00-16:30 +62-822-8977-8700 Mon - Fri 10:00-18:00 +62-000-0000-0000
cs@mauinvest.com
Nomor #1
di Lampung
Standar Perusahaan
Amanah Terpercaya
Dipercaya Oleh
Loyal Investor
Temukan Info

PLTS Terapung Cirata & Zero Carbon

MAU Invest > Komoditas > PLTS Terapung Cirata & Zero Carbon

MAU Invest – Sebagai salah negara yang ikut meratifikasi kesepakatan Paris (Paris Agreement) terkait perubahan iklim, Indonesia juga berkewajiban melakukan berbagai upaya untuk memangkas emisi karbon (carbon emission) hingga mencapai zero carbon pada 2050. Untuk itu, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dituntut untuk memberikan kontribusi signifikan dalam pencapaian zero carbon di Indonesia.
“Salah satu syarat untuk mencapai zero carbon adalah seluruh Pembangkit Listrik PLN harus sudah menggunakan 100% energi baru terbarukan (EBT),” kata Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi dalam keterangan tertulis, Kamis (5/8).
Padahal hingga akhir 2020, bauran energi primer untuk Pembangkit Listrik masih didominasi oleh batubara sebesar 57,22%, disusul gas 24,82%, BBM 5,81%, sedangkan proporsi EBT mencapai sebesar 12,15%. Kendati proporsi EBT relatif masih rendah, namun PLN tampaknya punya komitmen tinggi untuk meningkatkan EBT dalam dalam bauran energi.
Komitmen PLN itu diwujudkan dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu dan Tenaga Surya, dan Tenaga Listrik Atap (Rooftop). PLN juga telah mengembangkan berbagai inovasi terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU ) yang menggunakan batu bara, sehingga PLTU -PLTU itu menghasilkan listrik yang lebih ramah lingkungan.
“Baru-baru ini PLN juga membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS ) Terapung Cirata, yang pertama dibangun di Indonesia,” ujar Fahmy.
PLTS Terapung Cirata merupakan PLTS Terapung terbesar di ASEAN, dengan kapasitas 145 MWAc, yang akan beroperasi komersial (Commercial Operation Date) pada November 2022. Pada saat PLTS Terapung Cirata beroperasi, PLN akan ikut berperan dalam pencapaian target EBT dalam bauran energi nasional sebesar 23% pada 2025 dan zero carbon pada 2050.
Mengingat sektor kelistrikan termasuk penyumbang carbon emission yang cukup besar, PLN dituntut untuk tetap konsisten dan terus-menerus dalam menerapkan berbagai langkah strategis untuk mencapai 100% EBT bagi seluruh pembangkit listrik. “Dengan pencapaian itu, tidak diragukan lagi PLN akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian zero carbon di Indonesia pada 2050, sesuai dengan Paris Agreements,” tutup Fahmy.

Sumber : ipotnews

Leave a Reply